Kulit Asli atau Sintetis? Kenali sebelum Produksi Tas dan Kerajinan


Diposting pada 07-07-2025



Saat membuat tas, dompet, atau kerajinan tangan, bahan kulit sering kali jadi pilihan utama karena tampilannya elegan dan daya tahannya tinggi. Namun, banyak orang masih bingung membedakan kulit asli dan kulit sintetis. Padahal, perbedaan keduanya cukup berbeda, baik dari segi kualitas, harga, maupun perawatan.


Jika kamu sedang merintis usaha produksi tas atau sekadar ingin membuat kerajinan DIY, pemilihan bahan menjadi langkah awal yang penting. Salah memilih, hasil produk bisa terlihat kurang rapi, cepat rusak, atau bahkan merugikan dari sisi biaya. Untuk lebih jelasnya, kamu perlu mengenali karakteristik kulit asli dan sintetis. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan kebutuhan, apakah untuk produk premium yang tahan lama, atau untuk kerajinan kreatif yang lebih hemat biaya.


Mengenal Kulit Asli

Kulit asli berasal dari kulit hewan, biasanya sapi, kambing, atau domba. Bahan ini melalui proses penyamakan agar awet dan tidak mudah rusak. Kulit asli punya ciri khas aroma, tekstur, dan ketahanan yang sulit ditiru oleh kulit buatan.

  • Full Grain Leather: Jenis kulit dengan kualitas paling tinggi karena tidak melalui pengamplasan. Teksturnya natural dan sangat kuat, cocok untuk tas mewah atau sofa premium.

  • Top Grain Leather: Lebih halus karena diproses, tetap tahan lama namun lebih terjangkau dibanding full grain.

  • Split Leather (Suede): Teksturnya lembut berbulu seperti beludru. Sering digunakan untuk jaket, sepatu, atau kerajinan handmade, meski butuh perawatan ekstra.

Kulit asli umumnya lebih tahan lama, namun harganya cenderung mahal dan membutuhkan perawatan khusus agar tidak cepat kusam.


Mengenal Kulit Sintetis

Kulit sintetis dibuat dari bahan buatan seperti polyurethane (PU) atau polyvinyl (PVC). Tampilan dan teksturnya dirancang mirip kulit asli, namun lebih ringan dan mudah diproduksi massal.

  • PU Leather: Teksturnya lembut, ringan, dan mudah dibersihkan. Cocok untuk tas stylish, sofa, dan jok mobil.

  • PVC Leather: Lebih tahan air dan gores, sering dipakai untuk produk rumah tangga atau tas kerja.

  • Faux Leather: Istilah umum untuk kulit imitasi. Ramah vegan, banyak dipakai untuk fashion item seperti dompet, sepatu, dan tas casual.

Kulit sintetis banyak dipilih karena variasi warnanya beragam, harganya ekonomis, dan perawatannya sederhana. Namun, daya tahannya lebih singkat dibanding kulit asli.


Mana yang Tepat untuk Produksi Tas dan Kerajinan?

Dalam menentukan bahan, semuanya kembali pada tujuan dan budget. Jika kamu ingin membuat tas eksklusif, tahan lama, dan bernilai tinggi, kulit asli adalah pilihan terbaik. Namun, jika kamu ingin produksi lebih banyak dengan harga lebih terjangkau, kulit sintetis bisa jadi solusi.

Selain itu, beberapa pengrajin juga mengombinasikan keduanya. Misalnya, bagian luar tas menggunakan kulit sintetis dengan motif menarik, sementara bagian detail tertentu memakai kulit asli agar lebih kuat. Dengan cara ini, produk tetap terlihat premium tanpa menguras biaya produksi. Jadi, pilihlah bahan sesuai kebutuhan: premium untuk pasar high-class, atau ekonomis untuk produksi kreatif dan massal.

 

Rekomendasi Belanja Bahan Kulit & Karpet di Jogja: LIMAN

Selain menyediakan berbagai jenis kulit sintetis untuk tas, sofa, hingga craft, Liman juga punya banyak pilihan karpet berkualitas dengan ukuran beragam, mulai dari 100×150 cm, 120×170 cm, 150×200 cm, hingga 200×300 cm. Cocok untuk dekorasi rumah, kantor, maupun ruang usaha. Untuk pemesanan bahan kulit sintetis, silahkan datang langsung ke toko Liman atau melalui nomor Whatsapp berikut. 

 

1. Admin Whatsapp Liman Malioboro

2. Admin Whatsapp Simanjutak 

3.  Admin Whatsapp Liman Homeware (Jl. Kemetiran Kidul)

Baca Juga: Mengenal Bahan Kulit untuk Kerajinan, Tersedia di Toko Liman?